Kisah Sukses Martua Sitorus dari Sumatera Utara

Tidak heran jika ia dinobatkan sebagai orang terkaya Indonesia ke-7 tahun 2020 oleh majalah Forbes karena tekadnya yang keras bagai baja sejak kecil. Dia adalah orang yang sering dijadikan masyarakat Sumatra Utara sebagai contoh figur Batak yang sukses, meskipun sebenarnya Martua adalah keturunan Tionghoa.

Pria yang memiliki nama asli Thio Seng Hap, adalah pemilik perusahaan Wilmar International bersama Kuok Khoon Hong. Meraka bergerak di bisnis sawit, dan menjadi perusahaan terbesar di dunia dari usahnya tersebut.

Kisah Sukses Martua Sitorus

Simak kisah lengkap perjalanan hidup dan kunci kesuksesan Martua Sitorus, perjuangan nya dalam meraih kekayaan dibawah ini!

Biografi Martua Sitorus Orang Terkaya Ke-7 Indonesia

Bisnis Wilmar Group yang berbasis di Singapura mencakup 48 perusahaan berbeda. Perusahaan itu, salah satunya PT. Multimas Nabati Asahan memproduksi minyak goreng merek Sania.

Menurut beberapa sumber, ia dulunya dititipkan ke sebuah keluarga di Batak. Keluarga tersebut hidup sederhana. Kondisi tersebut menyebabkan Martua harus membantu perekonomian keluarganya dengan berjualan serabutan.

Berbagai pekerjaan dilakoni Martua, mulai dari berjualan udang dan ikan, hingga menjadi loper koran. Selain membantu orang tuanya, semua itu ia lakukan agar bisa sekolah tinggi. Kerja kerasnya itu terbukti sampai ia bisa bersekolah di SMA Budi Mulia, Pematang Siantar.

Biografi Martua Sitorus Orang Terkaya Indonesia

Setelah lulus kuliah, ia tidak langsung sukses begitu saja terbukti Martua masih menjadi pedagang kecil saat itu. Nasibnya mulai berubah saat ia bertemu dan bergabung dengan Kuok Khoon Hong atau biasa disapa William. Dari sanalah mereka memulai usaha dengan olahn sawit dan perkebunan kelapa sawit. Martua dan William juga mengumpulkan uang dari hari situs judi slot online terpercaya dan terbaik di indonesia, sampai saat ini mereka masih mencari untuk dari situs tersebut.

Sebenarnya, selain bisnis pada bidang kelapa sawit ini, Martua Sitorus pun memiliki kolega yang bekerjasama dengannya dalam melakukan bisnis lainnya, sehingga tentu saja hal ini berefek positif pada perusahaannya tersebut. Apalagi koleganya bukan hanya dari negara Indonesia saja, melainkan sudah dari luar juga.

Sekarang, dia telah memiliki hampir 70.000 hektar perkebunan kelapa sawit yang menyuplai pabriknya dengan minyak sawit mentah, ditambah kapal tanker sendiri untuk mengekspor berbagai produk, dan lebih dari 20.000 karyawan. Dia juga memiliki 48 perusahaan di Indonesia dan beberapa negara lain. Pada tahun 2006, perusahaannya mendapat tempat di Bursa Efek Singapura, dan dia terdaftar di Forbes sebagai orang terkaya Indonesia.